Back to homepage

PAJAK PARKIR

I.  DASAR PEMUNGUTAN

    1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daera

    2. Peraturan Daerah Kabupaten Melawi  Nomor 5 Tahun 2012 tentang Pajak Reklame

    3. Peraturan Bupati Kabupaten Melawi Nomor 16 Tahun 2014 Tentang Tata Cara Perhitungan Nilai Sewa Reklame

 

II. PENGERTIAN UMUM

   1. Pajak Daerah yang selanjutnya disebut Pajak adalah kontribusi wajib kepada Daerah yang terhutang oleh orang pribadi atau       

       badan  yang bersifat memaksa berdasarkan Undang – Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan 

       digunakan untuk keperluan Daerah bagi sebesar – besarnya kemakmuran rakyat.

   2. Pajak Reklame yang selanjutnya disebut Pajak, adalah Pajak atas penyelenggaraan reklame.

   3. Reklame adalah benda, alat, perbuatan atau media yang bentuk dan corak ragamnya dirancang untuk tujuan komersial

       memperkenalkan, menganjurkan, mempromosikan atau untuk menarik perhatian umum terhadap barang, jasa, orang atau

        badan yang dapat dilihat, dibaca, didengar, dirasakan, dan/atau dinikmati oleh umum.

 

III. OBJEK, SUBJEK DAN WAJIB PAJAK

     1. Objek Pajak Reklame adalah semua penyelenggaraan reklame meliputi :

         a. Reklame Papan / Videotron / Billboard / Megatron dan sejenisnya;

         b. Reklame kain;

         c. Reklame melekat, stiker;

         d. Reklame selebaran;

         e. Reklame berjalan, termasuk pada kendaraan;

         f. Reklame udara;

        g. Reklame apung;

        h. Reklame suara;

         i. Reklame film / slide;

         j. Reklame peragaan;

    2. Tidak termasuk sebagai Objek Pajak Reklame adalah :

        a. Penyelenggaraan Reklame melalui internet, televisi, radio, warta harian, warta mingguan, warta bulanan, dan sejenisnya

        b. Label/merek produk yang melekat pada barang yang diperdagangkan, yang berfungsi untuk membedakan dari produk

            sejenis lainnya.

       c. Nama pengenal usaha atau profesi yang dipasang melekat pada bangunan tempat usaha atau profesi tersebut dan tidak

           mengandung sponsor lebih dari 20%;

       d. Reklame yang diselenggarakan oleh Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan/atau Pemerintah Kabupaten/Kota.

   3. Subjek Pajak Reklame adalah orang pribadi atau badan yang menggunakan Reklame.

  4. Wajib Pajak Reklame adalah orang pribadi atau badan yang menyelenggarakan Reklame, dalam hal reklame diselenggarakan

      sendiri secara langsung oleh orang pribadi atau Badan Wajib Pajak reklame adalah orang pribadi atau Badan tersebut.

  5. Dalam hal diselenggarakan melalui pihak ketiga, pihak ketiga tersebut menjadi Wajib Pajak.

 

IV. DASAR PENGENAAN, TARIF DAN CARA PENGHITUNGAN

     1. Dasar pengenaan Pajak Reklame adalah Nilai Sewa Reklame (NSR) adalah :

         a. Untuk Reklame yang diselenggarakan pihak ketiga, NSR adalah Nilai Kontrak Reklame, dalam hal NSR tidak diketahui

             dan/atau dianggap tidak wajar, maka NSR sesuai dengan apa yang ditetapkan dalam Peraturan Bupati;

         b. Untuk Reklame yang diselenggarakan sendiri, NSR adalah dihitung dengan memperhatikan faktor jenis, jangka

             waktu penyelenggaraan, jumlah dan ukuran media Reklame dengan ditetapkan dalam Peraturan Bupati.

   2. Tarif pajak ditetapkan sebesar 25% (dua puluh lima persen).

   3. Besaran pokok Pajak Reklame terhutang

  • Dasar Pengenaan Pajak x Tarif = Pajak Terhutang

 

V. TATA CARA PEMUNGUTAN DAN PEMBAYARAN PAJAK

1. Pajak Reklame termasuk jenis pajak yang dipungut berdasarkan Penetapan Kepala Daerah dan untuk jenis pajak dipungut

    berdasarkan penetapan Kepala Daerah wajib mendaftarkan objek pajak kepada Kepala Daerah dengan cara mengisi Surat

    Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD) Pajak Reklame dengan jelas, benar dan lengkap serta ditandatangani sebagai dasar

    penetapan pajak terhutang.

2. Wajib Pajak wajib membayar pajak terhutang berdasarkan SKPD ke Bendahara Penerimaan Badan Pendapatan Daerah

     Kabupaten Melawi dengan menggunakan SSPD.

3. Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun setelah terhutangnya pajak, Bupati dapat menerbitkan:

    a. SKPDKB.

    b. SKPDKBT

    c. SKPDN

 

VI. KETENTUAN PIDANA

     1. Wajib Pajak yang karena kealpaannya tidak menyampaikan SPTPD atau mengisi dengan tidak benar atau tidak lengkap atau 

         melampirkan keterangan yang tidak benar sehingga merugikan keuangan daerah dapat dipidana dengan pidana kurungan paling

         lama 1 (satu) tahun atau pidana denda paling lama 2 (dua) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang bayar.

     2. Wajib Pajak yang dengan sengaja tidak menyampaikan SPTPD atau mengisi dengan tidak benar atau tidak lengkap atau

         melampirkan keterangan yang tidak benar sehingga merugikan keuangan daerah dapat dipidana dengan pidana kurungan paling

         lama 2 (dua) tahun atau pidana denda paling lama 4 (empat) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang bayar.

 

VII. WILAYAH PEMUNGUTAN DAN MASA PAJAK

       1. Pajak Reklame yang terhutang dipungut di wilayah daerah tempat reklame diselenggarakan

       2. Masa Pajak Reklame

           a. Reklame Permanen/tetap adalah 1 (satu) tahun;

           b. Reklame insidentil adalah jangka waktu lamanya