Back to homepage

PAJAK AIR TANAH

I. DASAR PEMUNGUTAN

            1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah:

            2. Peraturan Daerah Kabupaten Melawi Nomor 8 Tahun 2011 tentang Pajak Air Tanah

 

    II. PENGERTIAN UMUM

           1. Pajak Daerah yang selanjutnya disebut Pajak adalah kontribusi wajib kepada Daerah yang terhutang oleh

           2. orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang- undang. dengan tidak

               mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan Daerah bagi sebesar-besarrya

               kemakmuran rakyat

           3. Pajak Air Tanah adalah pajak atas pengambilan dan atau pemanfaatan air.

           4. Air Tanah adalan air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah.

 

     III. OBJEK, SUBJEK, DAN WAJIB PAJAK AIR TANAH

          1. Objek Pajak Air Tanah adalah pengambilan dan/atau pemanfaatan Air Tanah

          2. Dikecualikan dari Objek Pajak Air Tanah adalah pengambilan dan/atau pemanfaatan Air Tanah

              untuk keperluan dasar rumah tangga, rumah ibadah, badan sosial , pengairan, pertanian, perikanan

              rakyat dan Kantor  Pemerintah. Pemerintah Provinisi Pemerintah Kabupaten Kota

          3. Subjek Pajak Air Tanah adalah orang pribadi atau Badan yang melakukan pengambilan dan;

               atau pemanfaatan  Air Tanah:

          4. Wajib Pajak Air Tanah adalah orang pribadi atau Badan yang melakukan pengambilan

              dan/atau pemanfaatan  Air Tanah;

          5. Dalam hal diselenggarakan melalui pihak ketiga, pihak ketiga tersebut menjadi Wajib Pajak.

 

IV. DASAR PENGENAAN, TARIF, DAN CARA PENGHITUNGAN PAJAK AIR TANAH

     1. Dasar Pengenaan Pajak Ar Tanah adalah Nilai Perolehan Air Tanah (NRAT).

     2. Nilai Perolehan Air Tanah dinyatakan dalam rupiah yang dihitung dengan mempertimbangkan sebagian

         atau seluruh faktor-faktor berikut :

         a. Jenis sumber air;

         b. Lokasi sumber air;

         c. Tujuan pengambilan dan/atau pemanfaatan air tanah;

         d. Volume air tanah yang diambil dan/atau dimanfaatkan;

         e. Kualitas air tanah;

          f. Tingkat kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh pengambilan dan/atau pemanfaatan air tanah;

              yang ditetapkan dengan Peraturan Bupati yang memedomani Peraturan Gubernur;

         g. Tarif Pajak Air Tanah ditetapkan sebesar20%:

             a. Besaran pokok Pajak Air Tanah terhutang:

  • DASAR PENGENAAN PAJAK X TARIF = PAJAK TERHUTANG

 

V. TATA CARA PEMUNGUTAN DAN PEMBAYARAN PAJAK

1. Pajak Air Tanah termasuk jenis pajak yang dipungut berdasarkan Penetapan Kepala Daerah dan untuk jenis

    pajak dipungut berdasarkan penetapan Kepala Daerah wajib mendaftarkan objek pajak kepada Kepala Daerah

   dengan cara mengisi Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD) Pajak Air Tanah dengan jelas, benar

   dan lengkap serta ditandatangani sebagai dasar penetapan pajak terhutang.

2. Wajib Pajak yang dalam pengambilan dan/atau pemanfaatan air tanah yang menggunakan meter air

    dilakukan pembacaan oleh petugas;

3. Wajib Pajak wajib membayar pajak terhutang berdasarkan SKPD ke Bendahara Penerimaan Badan Pendapatan

    Daerah Kabupaten Melawi dengan menggunakan SSPD.

4. Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun setelah terhutangnya pajak, Bupati dapat menerbitkan:

    a. SKPDKB

    b. SKPDKBT

    c. SKPDN

 

VI. KETENTUAN PIDANA

1. Wajib Pajak yang karena kealpaannya tidak menyampaikan SPTPD atau mengisi dengan tidak benar atau tidak

    lengkap atau melampirkan keterangan yang tidak benar sehingga merugikan keuangan daerah dapat

    dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau pidana denda paling lama 2 (dua) kali

    jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang bayar

2.. Wajib Pajak yang dengan sengaja tidak menyampaikan SPTPD atau mengisi dengan tidak benar atau tidak

     lengkap atau melampirkan keterangan yang tidak benar sehingga merugikan keuangan daerah dapat dipidana

    dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) tahun atau pidana denda paling lama 4 (empat) kali jumlah

    pajak terutang yang tidak atau kurang bayar.